Selasa, 29 Mei 2012

bahan pewangi dan pembasmi serangga


Bahan Pewangi
Pewangi atau parfum adalah hasil percampuran berbagai macam bahan pewangi (fragrance) yang bersifat mudah menguap. Produk yang sering ditambahkan bahan pewangi antara lain adalah sabun, detergen, sampo, pembersih kaca, pelembut pakaian, pengharum ruangan bahkan untuk memberikan aroma wangi  pada badan manusia.

Komposisi pewangi umumnya adalah etil alkohol (50%-90%) difungsikan sebagai pelarut, air suling(5%-20%) dan fragrance (10%-30%)

Description: http://e-dukasi.net/file_storage/materi_pokok/MP_378/Image/hal12.jpg
Contoh produk parfum

Tabel daftar beberapa contoh Spesifikasi Bau Parfum dan Nama Zat Kimia
 Description: http://e-dukasi.net/file_storage/materi_pokok/MP_378/Image/hal13.jpg

Tabel daftar beberapa  contoh Spesifikasi Bau Parfum dan Nama Zat Kimia
 Description: http://e-dukasi.net/file_storage/materi_pokok/MP_378/Image/hal14.jpg

Selain memberikan manfaat wangi, kandungan yang terdapat dalam parfum juga memiliki efek samping, yaitu antara lain :
Pencegahan yang dapat dilakukan untuk menghindari efek samping dari produk pewangi antara lain:
1) menggunakan bahan pewangi seperlunya, dan
2) tidak menggunakan pewangi yang mengandung CFC.
1) menggunakan bahan pewangi seperlunya, dan
2) tidak menggunakan pewangi yang mengandung CFC.




BAHAN PEMBASMI SERANGGGA
Pestisida adalah termasuk bahan kimia yang dipergunakan untuk membasmi hama, gulma, serangga dan hewan pengganggu tanaman.

Pestisida dapat dibedakan menjadi :

1. Insektisida

Insektisida adalah bahan kimia pembasmi serangga.
Insektisida di dalam rumah tangga biasanya difungsikan untuk membasmi nyamuk. Kandungan bahan kimia aktif dalam insektisida adalah transflutrin, khususnya pada jenis anti nyamuk bakar diambil khasiatnya melalui asapnya yang menyebar ke seluruh ruangan. Namun masih banyak produk insektisida yang difungsikan dalam dunia pertanian, misalnya: Regent, Dursban, Shenphos 56 TI.

 Description: http://e-dukasi.net/file_storage/materi_pokok/MP_378/Image/hal18.jpg

2. Fungisida

Adalah jenis pestisida yang dipergunakan untuk membasmi jamur atau  parasit.
Contoh produk fungisida : Dithane M-45, Nemispor, Daconi.

Description: http://e-dukasi.net/file_storage/materi_pokok/MP_378/Image/hal19.jpg 

3. Bakterisida

Adalah pestisida pembasmi bakteri dalam  dunia pertanian.
Contoh produk bakterisida: Agrept, Starner, Kasumina,baktocine, formycine.

 Description: http://e-dukasi.net/file_storage/materi_pokok/MP_378/Image/hal20.jpg

4. Rodentisida

Adalah pestisida pembasmi tikus.
Contoh produk misalnya: Ratgon, klerat, petrokum.

 Description: http://e-dukasi.net/file_storage/materi_pokok/MP_378/Image/hal21.jpg

5. Nematisida

Adalah jenis  pestisida pembasmi cacing.
Contoh produk nematosida: Furadan 3 G, Atasi, Rugby 10G.

 Description: http://e-dukasi.net/file_storage/materi_pokok/MP_378/Image/hal22.jpg

6. Moluskisida

Adalah jenis  pestisida pembasmi moluska atau siput pengganggu tanaman.
Contoh produk moluskisida: PHK-o6, Snaildown 250CC, siputox 5G, Boss EC.

Description: http://e-dukasi.net/file_storage/materi_pokok/MP_378/Image/hal23.jpg 

7. Herbisida

Adalah senyawa atau material yang disebarkan pada lahan pertanian untuk menekan atau memberantas tumbuhan yang menyebabkan penurunan hasil (gulma).

 Description: http://e-dukasi.net/file_storage/materi_pokok/MP_378/Image/hal24.jpg

Pada umumnya herbisida bekerja dengan mengganggu proses anabolisme senyawa penting sepertipatiasam lemak atau asam amino melalui kompetisi dengan senyawa yang "normal" dalam proses tersebut.

c. Efek Samping Penggunaan Produk Pewangi
Hampir setiap produk yang berkaitan dengan wanita mempunyai
wewangian, seperti sabun, kosmetik, sampo,
pelembut kain, penyubur rambut, kertas tisu dan detergen.
Tujuan menggunakan bahan pewangi adalah untuk
menghasilkan bau wangi pada si pemakai, barang pribadi,
atau udara di sekelilingnya. Namun, kebanyakan kita tidak
menyadari bahwa produk pewangi dapat mendatangkan
bahaya bagi kesehatan kita, terutama bagi wanita hamil.
Kebanyakan pengharum ruangan bekerja dengan mengganggu
daya cium. Pengharum tersebut melapisi saluran
hidung dengan selaput minyaknya, atau melepaskan zat
pemati saraf pencium. Produk yang tidak mengandung
pewangi sebenarnya menambahkan pewangi yang tidak
wangi untuk menyamarkan aroma khas bahan tertentu.
Efek samping bahan kimia pewangi pada kesehatan
manusia, antara lain mengiritasi mata, hidung, tenggorok,
kulit, mengakibatkan mual, pusing, perdarahan, hilang
ingatan, kanker, dan tumor, kerusakan hati, menyebabkan
iritasi ringan hingga menengah pada paru-paru, termasuk
gejala seperti asma.
Selain itu, bahan pewangi yang mengandung chlorofluorocarbon
(CFC) dapat menyebabkan lapisan ozon di atmosfer
berlubang. Pencegahan yang dapat dilakukan untuk
menghindari efek samping dari produk pewangi antara lain:
1) menggunakan bahan pewangi seperlunya, dan
2) tidak menggunakan pewangi yang mengandung CFC.


d. Efek Samping Penggunaan Produk Pembasmi Serangga
Saat ini memang zaman serba cepat dan praktis. Nyamuk,
semut, atau lalat datang, kita semprot dengan pembasmi
serangga. Hal seperti itu mungkin erat menempel di benak
para konsumen di Indonesia. Akan tetapi, mereka
sesungguhnya tidak mengetahui benar betapa besar
ancamannya jika menggunakan produk semacam itu secara
sembarangan. Bahan kimia berbahaya dapat masuk ke dalam
tubuh melalui dua cara, yaitu:
1) Termakan atau terminum bersama makanan atau minuman
yang tercemar;
2) Dihirup dalam bentuk gas dan uap, termasuk yang
langsung menuju paru-paru lalu masuk ke dalam aliran
darah, atau terserap melalui kulit dengan atau tanpa
terlebih dahulu menyebabkan luka pada kulit.
Produk pembasmi serangga beraerosol dapat menyebabkan
penipisan lapisan ozon stratosfer. Ozon stratosfer berperan
melindungi kehidupan di bumi dari radiasi ultra ungu.
Penipisan ozon akan meningkatkan jumlah penderita
penyakit kanker kulit secara signifikan, termasuk melanoma
ganas, dan pengidap katarak. Selain itu juga dapat merusakkan
produk pertanian.
Antinyamuk termasuk kelompok pestisida (pembasmi
hama), sehingga obat antinyamuk juga mengandung racun.
Hal itu dibuktikan dengan ditemukannya tiga bahan aktif
dalam obat antinyamuk, yaitu jenis diklorvos, propoxur,
pirethroid, dan dietiltoluamida serta bahan kombinasi dari
ketiganya.
Menurut WHO Grade Class, diklorvos atau diklorovinil
dimetil fosfat termasuk berdaya racun tinggi. Jenis bahan
aktif ini dapat merusak sistem saraf, mengganggu sistem
pernapasan, dan jantung.
Diklorvos sangat berpotensi menyebabkan kanker, menghambat
pertumbuhan organ serta kematian prenatal, dan
merusak kemampuan reproduksi. Bahan aktif jenis ini
menimbulkan gangguan cukup serius bagi hewan dan
tumbuhan, sebab bahan ini memerlukan waktu cukup lama
untuk dapat terurai baik di udara, air, dan tanah.
Propoxur termasuk racun kelas menengah. Jika terhirup
maupun terserap tubuh manusia dapat mengaburkan
penglihatan, keringat berlebih, pusing, sakit kepala, dan
badan lemah. Propoxur juga dapat menurunkan aktivitas
enzim yang berperan pada saraf transmisi, dan berpengaruh
buruk pada hati dan reproduksi.
Pyrethroid oleh WHO juga dikelompokkan dalam racun
kelas menengah. Efeknya, mengiritasi mata maupun kulit
yang sensitif, dan menyebabkan penyakit asma. Sedangkan
DEET atau diethyltoluamid biasa digunakan sebagai zat aktif
pada antinyamuk jenis oles. Efeknya mengiritasi kulit, selain
membahayakan kulit yang luka, dan selaput lendir tubuh.
Pencegahan yang dapat dilakukan untuk menghindari efek
samping dari produk pembasmi serangga, antara lain:
1) menggunakan produk pembasmi serangga seperlunya,
dan
2) tidak menggunakan produk pembasmi serangga aerosol
yang mengandung CFC.




B. Fungsi-fungsi bahan kimia di rumah tangga
3. Bahan kimia pewangi :
- mengharumkan tubuh
- mengharumkan ruangan
4. Bahan kimia pembasmi serangga:
- membasmi kecoa, semut, nyamuk, dan serangga lainnya.
C. Kandungan dan kegunaan bahan kimia di rumah tangga :
3. Produk pewangi
Bahan-bahan kimia yang menimbulkan aroma yang harum pada buah-buahan mengandung senyawa kimia organic yang dinamakan ester (alkyl alkanoat)
Amil salisilat (wangi melati ), amilisinameldehida (herbal ), sitronerol (aroma jeruk), galaksolida (musk), dan organoklor (DDT, aldrin, dieldrin, kepon, intreks)

D. Efek samping penggunaan produk pembasmi serangga :
- Detergen : mencemari perairan
- Pewangi : gas CFC merusak lapisan ozon
- Insektisida : DDT mencemari sayuran, buah-buahan, dan hewan ternak.
c.       Efek samping penggunaan produk pewangi dan pencegahannya
Produk pewangi semprot menggunakan suatu zat pendorong, bahan pendorong ini ada yang berupa chlorofluorocarbon. Produk yang mengandung cfc akan lepas di atmosfer sehingga ozon di atmosfer berkurang



a.       Pewangi ruangan
Untuk mewangikan ruangan digunakan pewangi ruangan. Cara pembuatnanya yaitu, mencmpurkan bahan pewangi (baik dari alam maupun buatan) dengan air, kemudian dimaksukkan ke dalam tabung tertutup yang diberi udara bertekanan tinggi. Jika katup tertutup dibuka maka udara bertekanan tinggi itu akan keluar sambil membawa larutan pewangi tersebut.
b.      Pewangi pakaiaan
Pada pewangi pakaian, bahan pewangi dicampur air dan bahan pelembut pakaian sehingga

Bahan Kimia Pembasmi Serangga
1.  Penggunaan Obat Pembasmi Serangga
Penggunaan insektisida tidak hanya mampu mengusir dan membunuh nyamuk,tetapi dapat juga mengusir atau membunuh serangga-serangga yang lain, sepertirayap, semut, lalat, kecoa, ngengat, kutu busuk, dan lain-lain. Fungsi pemakaian obatpembasmi serangga pada umumnya meliputi tiga hal, yaitu mengusir, membasmi, ataumengusir sekaligus membasmi. Bagi para petani, kehadiran serangga dapat membawamasalah baru karena dapat mengganggu hasil panen mereka. Insektisida digunakan untuk mengusir hama tanaman yang berupa serangga seperti walang sangit, wereng,kepik, dan sebagainya.Bahan-bahan kimia yang terdapat di dalam obat pembasmi serangga antaralain sebagai berikut:
a.   Organoklor.
Contoh: aldrin, dieldrin, lindan, dan DDT (dikloro difeniltrikloroetana) yang kini dilarang penggunaannya.
b.   Organofosfat.
Contoh: malation, diaziton, fention, dan metil atau etil paration.
c.   Antikoagulan.
Contoh: wartarin, kumaklor, dan kumarin
d.    Zinkfosfida.
e.   Karbamat.
Contoh: propoksur, BPMC, dan karbofonun.
f.   Arsen.
Contoh: arsen pentoksida.

Obat pembasmi serangga semprot biasanya mengandung bahan aktif yangtermasuk golongan organofosfat yang bersifat racun pembunuh bagi serangga. Obat pembasmi serangga bakar memiliki cara kerja mengusir nyamuk dari asap yangditimbulkannya. Obat pembasmi serangga oles memanfaatkan aroma tertentu yangtidak disukai oleh serangga. Sedangkan obat pembasmi serangga elektrik merupakanpembasmi serangga yang memanfaatkan panas yang ditimbulkan oleh energi listrikuntuk menguapkan bahan kimia tertentu yang aromanya tidak disukai oleh nyamuk atau serangga lainnya. Keistimewaan dari obat nyamuk jenis ini adalah tidakmenimbulkan asap seperti pada obat pembasmi serangga bakar.






2.  Efek Samping Penggunaan Pembasmi Serangga

Penggunaan insektisida sebaiknya disesuaikan dengan keperluannya saja.Pemakaian bahan kimia jenis ini bila berlebihan dan tidak hati-hati justru dapat membahayakan manusia.
Efek negatif dari pemakaian insektisida yang berlebihanatau pemakaian yang tidak hati-hati antara lain adalah keracunan yang dapat merenggut jiwa. Insektisida yang masuk ke perairan akan menimbulkan pencemaran air. Hal ini akan mengakibatkan terbunuhnya binatang-binatang air.

3.  Upaya Pencegahan Efek Samping Bahan-bahan Kimia
Melihat kenyataan yang kurang menyenangkan perihal efek samping penggunaanbahan-bahan kimia tersebut, orang mulai memikirkan upaya-upaya untuk mengatasinya. Jika hampir semua penggunaan bahan kimia mempunyai efek samping,kita harus mencegah rusaknya alam di sekitar kita, dengan cara:
1) Menggunakan bahan pembasmi serangga (insektisida) yang lebih ramah lingkungan,seperti insektisida biologis, pengembangan hama jantan mandul, danmemanfaatkan ekstrak bunga atau daun tertentu sebagai pengusir nyamuk.
2) Mengurangi pemakaian insektisida secara berlebihan.
3) Selalu menjaga kebersihan lingkungan.

4. Contoh gambar obat pembasmi serangga
a. Description: http://htmlimg3.scribdassets.com/94qtvmldfk10swdy/images/3-a450eccd1e.jpg

Obat pembasmi serangga semprot
b.

Obat pembasmi serangga elektrik
Description: http://htmlimg3.scribdassets.com/94qtvmldfk10swdy/images/3-a450eccd1e.jpgDescription: http://htmlimg3.scribdassets.com/94qtvmldfk10swdy/images/3-a450eccd1e.jpg

c.

Obat pembasmi serangga bakar
Description: http://htmlimg2.scribdassets.com/94qtvmldfk10swdy/images/4-dafb9a85c6.jpg
Description: http://3.bp.blogspot.com/_yXjGVBsb5Qs/SemRJyb0W6I/AAAAAAAAACM/KfMMASFQ7sM/s320/nyamuk.jpgDescription: http://2.bp.blogspot.com/-gbWkFejbFc8/TnRuK2f2jnI/AAAAAAAAAuQ/SRN73j7h4D4/s1600/obat-nyamuk-2-ts-dlm.jpgDescription: http://1.bp.blogspot.com/-EJCbRpLADw0/Tl6UYVmnkbI/AAAAAAAAeIE/lqlhQGI4hsI/s400/baygon.jpg















Berikut inidisajikan table berbagai macam zat pewangi bahaya apabila keracunan.
AromaBahanYang diKandung(% Berat Bersih)Tanda KeracunanJeruk ,lemonFruity-fragrance86-173Limonin > 50%kanker, peradangan pada mata dankulitLavender Lavender-fragrance93-054Linalool 10-50%Gangguan pernafasanTomatTomato Oil010Propilin glikol >50%Peradangan pada mata dan kulit, jika tertelan dan terhirup dapatmenyebabkan pingsan dan tak sadar




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar